KUMPULAN SAJAK AKHMAD SADAD

Thursday, 19 December 2013

Penuh Rindu

Sore sepuh
kelam hinggapi malam
hasrat di selangkang waktu
sepi mengendap membisu
sekelebat harap terjuntai
lelangit mimpi masih membiru
langkah tak pupus
aku menyeru namamu
penuh rindu


Bandarlampung, 19 Desember 2013
Posted by Unknown at 18:09 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tuesday, 17 December 2013

Tenggelamkan Perasaan



Siang selepas hujan
mendung menggantung di awan
derainya masih tersimpan
seperti juga pujaan
membangkitkan ingatan
pada buah kenangan

Dalam kerinduan
ada rasa yang sempadan
tenggelamkan perasaan
terbaur ke peleburan
tidak ingin kehilangan
sayang tak sekejapan

Bandarlampung, 17 Desember 2013
Posted by Unknown at 21:17 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Monday, 16 December 2013

Nasip Kita

Pagi basah
langit biru menguning
bayang hitam samar
temburam tembus pandang
saatnya lelap terjaga
mengais nasip kita
hari ini, buat esok lusa

Bandarlampung, 12 Desember 2013
Posted by Unknown at 04:16 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Berlapis Jarak

Rindu berlapis jarak
bukan untuk diratap
tak kubiarkan matamu sembab
berpisah bukan kemauan
lain kali ada kesempatan
jadi cukup sekian

Bandarlampung, 2013
Posted by Unknown at 04:09 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tarian Bayangmu

Rasa yang gagu
biar kusimpan di belanga hatiku
kubungkus dengan pernik rindu
bersama guratan waktu
isyarat dalam dadaku

Tarian bayangmu
merejam ingkatanku
suatu masa aku tak ragu
membungkam sepi yang termangu
mendamba engkau selalu
kita pun tahu

Bandarlampung, 16 Desember 2013
Posted by Unknown at 04:05 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tuesday, 10 December 2013

Adinda Bestari

Adinda bestari
tak elok merisau berhari-hari
esok bisa berganti
luka hati ada yang menanti
rasa sedih ditahan nanti
hilang dapat diganti

Adinda bestari
barang sekejap tahan diri
kesedihan bukan dibawa mati
baiknya sadar begini
nanti pula senang menghampiri
sabar tapi pasti


Bandarlampung, 10 Desember 2013
Posted by Unknown at 00:14 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Wednesday, 20 November 2013

Kalimat Melepuh

Disini ada jejakku
kutoreh kata dalam sajakku
ribuan kalimat melepuh
berumah lembar kertas
berdiam dirongga teka-teki waktu
memendam letih membentur mimpi
puas menghambur

Bandarlampung, 20 November2013
Posted by Unknown at 04:19 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Wednesday, 13 November 2013

Jiwaku Menikmati

Laut menghampar
Nelayan mendayung sampan
burung layang-layang terbang berputar
langit mematuk pulau
karang diam membosan
jiwaku menikmati

Kerang kecil bertabur
batu membisu
pasir putih tak suci
sampah datang mencemari
bersama ombak menerjang tepi
langkahku belum terhenti


Bandarlampung, 13 November 2013
Posted by Unknown at 19:40 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tak Butuh

Aku tak butuh kesucian, karena diluar sana masih banyak sosok dan jiwa kotor yang bermain api, abu, air dan becek-becekan.

Aku tak butuh kebohongan, karena diluar sana ada banyak pembohong yang tak memakai topeng dan pakaian badut.

Aku tak butuh kemunafikan, karena diluar sana banyak yang munafik dan selalu begitu dengan menutupi kekurangannya yang belum di kali, dibagi, ditambah dan sama dengan.

Bandarlampung, 13 November 2013
Posted by Unknown at 19:38 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Bayang Tubuhmu

Aroma jalanan basah
terendus hingga berasa
selepas hujan menyimpan bulan
membasahi bayang tubuhmu
membekukan ingatanku
saat malam mengundang dingin

Sudah jauh malam
sepi menghampir di sudut trotoar
para penjaja belum pulang
mereka kedinginan
tak pula dengan dedaunan
dan aspal jalan yang tergenang
begitu pun dengan hatiku

Bandarlampung, 13 November 2013


Posted by Unknown at 02:42 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, 9 November 2013

Kasih Pembukti

Pagi datang
meninggalkan kelam merangkul cemas
dalam kungkungan malam
birahi lepas di ujung senja tadi
walau risau kasih pembukti
cinta abadi belum terpenggal

Aku lupa menghitung kali
selongsong sunyi belum kutemui lagi
kau tidak dalam mimpi
jejakmu ada disini
dalam benakku yang mengalir
sesegar embun pagi ini

Badarlampung, 9 November 2013
Posted by Unknown at 04:31 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tuesday, 5 November 2013

Belum Berperi



Kemana nak mencari  
senyap pun enggan pergi  
sesal dulu datangnya kini  
luka hatimu dibuat sendiri  
rasa hilang tak tahu diri  
entah kembali lagi nanti  
merajuknya belum berperi

Bandarlampung, 4 November 2013
Posted by Unknown at 16:02 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, 2 November 2013

Pujangga Merindu

Pagi yang lusuh
kabut masih menunggu
pujangga merindu
bayang kota menderu tak tentu
kusimpan tangismu
pada jejakku yang luruh

Serupa kabut
isyaratmu hendak diterka
petualang sibaklah
karena waktu menikam perlahan
kenangan menanti pedih
pedihnya dikandung badan


Bandarlampung, 31 Oktober 2013
Posted by Unknown at 01:31 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Hampa Merasa

Hampa merasa
mengulang tak kuawa
entah kapan bisa
luang terjerat masa
gapai masih percuma
tapi kau percaya
bahagia ada kalanya
nanti, esok atau lusa
kau ingin selamanya

Bandarlampung, 29 Oktober 2013
Posted by Unknown at 01:29 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Monday, 28 October 2013

Hati Berpaut



Tanah basah
siang melandai
langit merona
lembab menyisah
embun membulir
dingin terasa
pikiran menjuntai
hati berpaut

Bandarlampung, 28 Oktober 2013
Posted by Unknown at 15:13 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tak Ada Prasangka



Sajak ini nyata
tak ada prasangka
ini bukan strategi politik
bukan pula pencitraan diri
tapi kepercayaan yang berbangun
antara engkau, aku, dia dan kita
tentang hati dan perasaan
agar tak salah paham

Kuingin kita semua
saling menjaga, sama merasakan
bukan saling menjatuhkan
tidak mendepak untuk kepentingan
itu hanya sesaat
perjuangan masih jauh
masih cukup jauh
kita kecil untuk menjadi besar
kita besar karena dari yang kecil
sudah hukum alam
mustinya bersyukur

Bandarlampung, 24 Oktober 2013

Posted by Unknown at 15:11 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, 24 October 2013

Merindu Putik



Putik di rindu
benang sari lara
resahnya melelah
waktu seperti enggan berlari
putik membayang
botanis menghadang
benang sari terejam


Bandarlampung, 24 Oktober 2013
Posted by Unknown at 22:58 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Setumpuk Rindu

Ada setumpuk rindu
usah pungkiri waktu
dia sudah tahu
lewati semu
nanti begitu
jangan ditunggu
usah meragu
jalan tak buntu
simpan dulu rasa itu
kesempatan pun setuju
dia menunggu
jawabannya tak menyakitkan selalu
tinggal kemauanmu

Bandarlampung, 23 Oktober 2013
Posted by Unknown at 09:43 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Wednesday, 23 October 2013

Sebatas Malam

Tadi malam
kau bersembunyi dalam liarmu
di pojok warung yang jarang sepi
diantara minuman dan lelaki tua
senyum itu kusut
cinta tak bermakna
tak secuil pun hakiki

Sebatas malam
nafsu melayang terbuang
sayang terumbar
kasih semalam hambar
pada sebercak noda
embun menghapus jejaknya
selesai sudah!

Bandarlampung, 23 Oktober 2013
Posted by Unknown at 17:03 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Diam Dalam Keluh

Karang itu tegar
sebenarnya ia kaku 
diam dalam keluh 
tak jemuh dihempas ombak 
kebal panas dan sedingin apapun 
dia hanya bagian dari alam 
jauh dengan alam sadarmu

Karang tak berpikir 
tak bisa menyatakan cinta 
tidak mampu mengungkapkan perasaan 
apalagi merayu 
laut dan pantai saksinya 
saksi kalau karang tak seperti dirimu 
ada cinta dan kasih sayang 
berperasaan

Bandarlampung, 23 Oktober 2013
Posted by Unknown at 15:16 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Monday, 21 October 2013

Hatimu Merisau

Bulan termangu
siang menjamu
burung berkicau
terang menyilau
angin mendesau
hatimu merisau
menunggu kalau
tak datang liyau

*) liyau= lewat

Bandarlampung, 20 Oktober 2013
Posted by Unknown at 01:00 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sunday, 20 October 2013

Senyap Menyamun

Malam kelam
senyap menyamun
rasa hambar
kantuk belum membuai
pikiran menembus kabut
memaknai jejak-jejak

Sunyi diluar
larut sudah
tak banyak tarian lidah
kata langsap dalam makna
perangainya lelah
mengangkang di pagi buta
besok apalagi namanya

Bandarlampung, 20 Oktober 2013
Posted by Unknown at 01:42 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, 19 October 2013

Pada Munajat

Pada munajat
kubertudung sutra hari
memungut setiap jengkal kata
menjaga ketenangan jiwa
mengurai sepi sendiri

Kutak sadar nasip waktu
lepas pilu datang sendu
tiba senang pergi haru
itu mauku, mau kita
Keinginan semua

Bandarlampung, 19 Oktober 2013
Posted by Unknown at 04:22 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Penghujung Malam

Penghujung malam
bulan memancar
bintang berlaku malu
Ia enggan mengkisahkan cinta
hanya mimpi yang membekas legam
putik buah khayal

Penghujung malam
dingin masih menggigit
tadi siang hujan menderai
lalu pergi meninggalkan keluh
tanggalkan gelisah mereka disana
entah kapan akhirnya

Bandarlampung, 19 Oktober 2013
Posted by Unknown at 02:30 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Friday, 18 October 2013

Hujan Pagi Ini

Pagi ini
hujan mencumbui dedaunan
mendesirkan bait-bait sahaja
di sela pucuk daun markisah
kau titipkan lirik kesunyian
segala keinginan

Pagi ini
pekik kerinduan hening
melesap di ujung kemarau
seirama rinai hujan
debu luka meluruh dipelukan waktu

Bandarlampung, 18 Oktober 2013
Posted by Unknown at 11:10 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Merenungi Bayang

Mengeja hari
merenungi bayang
dalam ladang hati kerontang
keluh pun terbang
mencari penghinggapan
meraih ketenangan
jauh di atas awan jingga
sekedar penempuhan
hingga menuai nafas


Rajabasa, 17 Oktober 2013
Posted by Unknown at 10:33 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, 12 October 2013

Dia dan Dua Telaga

Pada saatnya nanti
aku ingin mendongeng
walau tak pandai berdongeng
akan kudongengkan engkau
tentang kisah dia dan dua telaga
yang ternyata tak jernih airnya

Suatu masa
dia pernah arungi telaga itu
dengan biduk kecilnya
disibaknya riak-riak air diatasnya
hingga suatu hari datang gelombang
satu diantara sisi telaga
awan hitam dan angin kencang
daun-daun berguguran
dahan bergerak dan ranting patah

Walau kalut dan takut
dia berusaha untuk bertahan
tapi gelombang tetap saja menerpa
sesampainya di tepian seberang
ditinggalkan biduknya
jiwanya sedikit tenang
iya, hanya sedikit

Rajabasa, 12 Oktober 2013
Posted by Unknown at 04:41 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Friday, 11 October 2013

Kusandarkan Jiwa

Pagi ini
sudah tidak ada lagi mimpi
tak terlihat pula kelelawar kepakkan sayapnya menari
Tersisa hanya bulir embun yang berat menetes
dan kerinduan yang sulit diterjemahkan
diantara lembar dedaunan yang masih basah

Andai saja pagi serupa dermaga
akan kusandarkan jiwa ini dari lelahnya
pengembaraan yang masih jauh
dan melepaskan semua ketidakmungkinan
agar kutemukan persinggahan


Rajabasa, 11 Oktober 2013
Posted by Unknown at 06:07 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, 10 October 2013

Kerinduanmu

Pada kisah yang rapuh
kau sandarkan kepingan mimpi 
yang belum usai dijelajahi
Pada pagi yang senyap ini
kuterjemahkan kerinduanmu 
tentang kasih yang sunyi 
dan harapan yang belum bertepi
Tentang kejenuhan dan semuanya
umpama setapak jalan yang berlumpur
dan berbatu tapi itu realita 
yang musti kau hadapi
Sepotong sabarmu 
seperti celah yang belum dimaknai


Rajabasa, 10 Oktober 2013
Posted by Unknown at 04:40 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Blog Archive

  • ▼  2013 (47)
    • ▼  December (6)
      • Penuh Rindu
      • Tenggelamkan Perasaan
      • Nasip Kita
      • Berlapis Jarak
      • Tarian Bayangmu
      • Adinda Bestari
    • ►  November (8)
      • Kalimat Melepuh
      • Jiwaku Menikmati
      • Tak Butuh
      • Bayang Tubuhmu
      • Kasih Pembukti
      • Belum Berperi
      • Pujangga Merindu
      • Hampa Merasa
    • ►  October (20)
      • Hati Berpaut
      • Tak Ada Prasangka
      • Merindu Putik
      • Setumpuk Rindu
      • Sebatas Malam
      • Diam Dalam Keluh
      • Hatimu Merisau
      • Senyap Menyamun
      • Pada Munajat
      • Penghujung Malam
      • Hujan Pagi Ini
      • Merenungi Bayang
      • Dia dan Dua Telaga
      • Kusandarkan Jiwa
      • Kerinduanmu
    • ►  September (13)
  • ►  2012 (4)
    • ►  July (4)
  • ►  2011 (8)
    • ►  October (8)
Unknown
View my complete profile

Pengunjung Blogku

Blog dan Facebookku

  • INSTITUT TULANGBAWANGOLOGI
  • LAMPUNG COMMINICATIONS
  • Akhmad Sadad

.

.
KABUPATEN PESAWARAN DALAM UNTAIAN SEJARAH Penulis: Akhmad Sadad Diterbitkan Oleh: Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran Cetakan Kedua, Edisi Revisi I Tidak Diperjualbelikan

.

.
BUKU LAND USE PLANNING JEJAK KOLONISASI PERTAMA DI INDONESIA Penulis : Akhmad Sadad Penerbit : 3M Media Karya ISBN : 978-602-7847-18-7 Cetakan : Pertama, 2014

.

.
divine-music.info
divine-music.info

divine-music.info

MP3

Radio Online

SKIP 94.3 FM

Kumpulan Sajak AKHMAD SADAD. Powered by Blogger.