KUMPULAN SAJAK AKHMAD SADAD

Monday, 28 October 2013

Hati Berpaut



Tanah basah
siang melandai
langit merona
lembab menyisah
embun membulir
dingin terasa
pikiran menjuntai
hati berpaut

Bandarlampung, 28 Oktober 2013
Posted by Unknown at 15:13 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tak Ada Prasangka



Sajak ini nyata
tak ada prasangka
ini bukan strategi politik
bukan pula pencitraan diri
tapi kepercayaan yang berbangun
antara engkau, aku, dia dan kita
tentang hati dan perasaan
agar tak salah paham

Kuingin kita semua
saling menjaga, sama merasakan
bukan saling menjatuhkan
tidak mendepak untuk kepentingan
itu hanya sesaat
perjuangan masih jauh
masih cukup jauh
kita kecil untuk menjadi besar
kita besar karena dari yang kecil
sudah hukum alam
mustinya bersyukur

Bandarlampung, 24 Oktober 2013

Posted by Unknown at 15:11 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, 24 October 2013

Merindu Putik



Putik di rindu
benang sari lara
resahnya melelah
waktu seperti enggan berlari
putik membayang
botanis menghadang
benang sari terejam


Bandarlampung, 24 Oktober 2013
Posted by Unknown at 22:58 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Setumpuk Rindu

Ada setumpuk rindu
usah pungkiri waktu
dia sudah tahu
lewati semu
nanti begitu
jangan ditunggu
usah meragu
jalan tak buntu
simpan dulu rasa itu
kesempatan pun setuju
dia menunggu
jawabannya tak menyakitkan selalu
tinggal kemauanmu

Bandarlampung, 23 Oktober 2013
Posted by Unknown at 09:43 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Wednesday, 23 October 2013

Sebatas Malam

Tadi malam
kau bersembunyi dalam liarmu
di pojok warung yang jarang sepi
diantara minuman dan lelaki tua
senyum itu kusut
cinta tak bermakna
tak secuil pun hakiki

Sebatas malam
nafsu melayang terbuang
sayang terumbar
kasih semalam hambar
pada sebercak noda
embun menghapus jejaknya
selesai sudah!

Bandarlampung, 23 Oktober 2013
Posted by Unknown at 17:03 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Diam Dalam Keluh

Karang itu tegar
sebenarnya ia kaku 
diam dalam keluh 
tak jemuh dihempas ombak 
kebal panas dan sedingin apapun 
dia hanya bagian dari alam 
jauh dengan alam sadarmu

Karang tak berpikir 
tak bisa menyatakan cinta 
tidak mampu mengungkapkan perasaan 
apalagi merayu 
laut dan pantai saksinya 
saksi kalau karang tak seperti dirimu 
ada cinta dan kasih sayang 
berperasaan

Bandarlampung, 23 Oktober 2013
Posted by Unknown at 15:16 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Monday, 21 October 2013

Hatimu Merisau

Bulan termangu
siang menjamu
burung berkicau
terang menyilau
angin mendesau
hatimu merisau
menunggu kalau
tak datang liyau

*) liyau= lewat

Bandarlampung, 20 Oktober 2013
Posted by Unknown at 01:00 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sunday, 20 October 2013

Senyap Menyamun

Malam kelam
senyap menyamun
rasa hambar
kantuk belum membuai
pikiran menembus kabut
memaknai jejak-jejak

Sunyi diluar
larut sudah
tak banyak tarian lidah
kata langsap dalam makna
perangainya lelah
mengangkang di pagi buta
besok apalagi namanya

Bandarlampung, 20 Oktober 2013
Posted by Unknown at 01:42 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, 19 October 2013

Pada Munajat

Pada munajat
kubertudung sutra hari
memungut setiap jengkal kata
menjaga ketenangan jiwa
mengurai sepi sendiri

Kutak sadar nasip waktu
lepas pilu datang sendu
tiba senang pergi haru
itu mauku, mau kita
Keinginan semua

Bandarlampung, 19 Oktober 2013
Posted by Unknown at 04:22 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Penghujung Malam

Penghujung malam
bulan memancar
bintang berlaku malu
Ia enggan mengkisahkan cinta
hanya mimpi yang membekas legam
putik buah khayal

Penghujung malam
dingin masih menggigit
tadi siang hujan menderai
lalu pergi meninggalkan keluh
tanggalkan gelisah mereka disana
entah kapan akhirnya

Bandarlampung, 19 Oktober 2013
Posted by Unknown at 02:30 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Friday, 18 October 2013

Hujan Pagi Ini

Pagi ini
hujan mencumbui dedaunan
mendesirkan bait-bait sahaja
di sela pucuk daun markisah
kau titipkan lirik kesunyian
segala keinginan

Pagi ini
pekik kerinduan hening
melesap di ujung kemarau
seirama rinai hujan
debu luka meluruh dipelukan waktu

Bandarlampung, 18 Oktober 2013
Posted by Unknown at 11:10 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Merenungi Bayang

Mengeja hari
merenungi bayang
dalam ladang hati kerontang
keluh pun terbang
mencari penghinggapan
meraih ketenangan
jauh di atas awan jingga
sekedar penempuhan
hingga menuai nafas


Rajabasa, 17 Oktober 2013
Posted by Unknown at 10:33 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, 12 October 2013

Dia dan Dua Telaga

Pada saatnya nanti
aku ingin mendongeng
walau tak pandai berdongeng
akan kudongengkan engkau
tentang kisah dia dan dua telaga
yang ternyata tak jernih airnya

Suatu masa
dia pernah arungi telaga itu
dengan biduk kecilnya
disibaknya riak-riak air diatasnya
hingga suatu hari datang gelombang
satu diantara sisi telaga
awan hitam dan angin kencang
daun-daun berguguran
dahan bergerak dan ranting patah

Walau kalut dan takut
dia berusaha untuk bertahan
tapi gelombang tetap saja menerpa
sesampainya di tepian seberang
ditinggalkan biduknya
jiwanya sedikit tenang
iya, hanya sedikit

Rajabasa, 12 Oktober 2013
Posted by Unknown at 04:41 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Friday, 11 October 2013

Kusandarkan Jiwa

Pagi ini
sudah tidak ada lagi mimpi
tak terlihat pula kelelawar kepakkan sayapnya menari
Tersisa hanya bulir embun yang berat menetes
dan kerinduan yang sulit diterjemahkan
diantara lembar dedaunan yang masih basah

Andai saja pagi serupa dermaga
akan kusandarkan jiwa ini dari lelahnya
pengembaraan yang masih jauh
dan melepaskan semua ketidakmungkinan
agar kutemukan persinggahan


Rajabasa, 11 Oktober 2013
Posted by Unknown at 06:07 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, 10 October 2013

Kerinduanmu

Pada kisah yang rapuh
kau sandarkan kepingan mimpi 
yang belum usai dijelajahi
Pada pagi yang senyap ini
kuterjemahkan kerinduanmu 
tentang kasih yang sunyi 
dan harapan yang belum bertepi
Tentang kejenuhan dan semuanya
umpama setapak jalan yang berlumpur
dan berbatu tapi itu realita 
yang musti kau hadapi
Sepotong sabarmu 
seperti celah yang belum dimaknai


Rajabasa, 10 Oktober 2013
Posted by Unknown at 04:40 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Friday, 4 October 2013

Bara Ini

Bara ini
Tidak berbekas lagi
Sudah tak ada api
Asapnya sepi
Abunya terbang ke kali
Cintamu jauh di hati
Usah disesali

Bandarlampung, 4 Oktober 2013

Posted by Unknown at 19:57 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, 3 October 2013

Pikiranku Terbebas



Juwita malam
kau belai aku dengan ketenanganmu
Lalu kau lepaskan kungkungan kesunyian 
yang mengelayut dijiwaku
Hanya dengan itu pikiranku terbebas 
dan belum pernah lagi tergores kemunafikan

Bandarlampung, 2012     
Posted by Unknown at 06:16 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Hati Mantap

Senyap merayap
Gusar tiarap
Hati mantap
Jiwa tetap
Usah berharap
Esok ditatap
Ruang tersingkap

Bandarlampung, 3 Oktober 2013
Posted by Unknown at 06:13 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Pekon Nan Sunyi

Pekon nan sunyi
Dibalik kawasan
Diantara hutan lindung
Mereka hidup damai
Jauh dari kebisingan
Tak ada kehidupan malam
Tak ada dunia hitam
Mereka tentram

Menelusuri bukit dan sungai
Melewati lumpur dan jalan berbatu
Perjalanan yang melelahkan
Tapi, di sini jiwaku tenang
Hijau pepohonan
Riak air yang jernih
Menjernihkan pikiranku
Ingin rasanya kubasuh muka
Membersihkan noda dan luka
Sisa hidup yang hampa


Kelumbaian Barat, Tanggamus, Februari 2012

Posted by Unknown at 05:58 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Duka Ini

Duka ini
Mengoyak nurani
Menyayat hati
Perih sekali
Sudah terpatri
Tak lagi-lagi

Bandarlampung, 2012
Posted by Unknown at 05:53 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Blog Archive

  • ▼  2013 (47)
    • ►  December (6)
    • ►  November (8)
    • ▼  October (20)
      • Hati Berpaut
      • Tak Ada Prasangka
      • Merindu Putik
      • Setumpuk Rindu
      • Sebatas Malam
      • Diam Dalam Keluh
      • Hatimu Merisau
      • Senyap Menyamun
      • Pada Munajat
      • Penghujung Malam
      • Hujan Pagi Ini
      • Merenungi Bayang
      • Dia dan Dua Telaga
      • Kusandarkan Jiwa
      • Kerinduanmu
      • Bara Ini
      • Pikiranku Terbebas
      • Hati Mantap
      • Pekon Nan Sunyi
      • Duka Ini
    • ►  September (13)
  • ►  2012 (4)
    • ►  July (4)
  • ►  2011 (8)
    • ►  October (8)
Unknown
View my complete profile

Pengunjung Blogku

Blog dan Facebookku

  • INSTITUT TULANGBAWANGOLOGI
  • LAMPUNG COMMINICATIONS
  • Akhmad Sadad

.

.
KABUPATEN PESAWARAN DALAM UNTAIAN SEJARAH Penulis: Akhmad Sadad Diterbitkan Oleh: Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran Cetakan Kedua, Edisi Revisi I Tidak Diperjualbelikan

.

.
BUKU LAND USE PLANNING JEJAK KOLONISASI PERTAMA DI INDONESIA Penulis : Akhmad Sadad Penerbit : 3M Media Karya ISBN : 978-602-7847-18-7 Cetakan : Pertama, 2014

.

.
divine-music.info
divine-music.info

divine-music.info

MP3

Radio Online

SKIP 94.3 FM

Kumpulan Sajak AKHMAD SADAD. Powered by Blogger.