Wednesday, 20 November 2013

Kalimat Melepuh

Disini ada jejakku
kutoreh kata dalam sajakku
ribuan kalimat melepuh
berumah lembar kertas
berdiam dirongga teka-teki waktu
memendam letih membentur mimpi
puas menghambur

Bandarlampung, 20 November2013

Wednesday, 13 November 2013

Jiwaku Menikmati

Laut menghampar
Nelayan mendayung sampan
burung layang-layang terbang berputar
langit mematuk pulau
karang diam membosan
jiwaku menikmati

Kerang kecil bertabur
batu membisu
pasir putih tak suci
sampah datang mencemari
bersama ombak menerjang tepi
langkahku belum terhenti


Bandarlampung, 13 November 2013

Tak Butuh

Aku tak butuh kesucian, karena diluar sana masih banyak sosok dan jiwa kotor yang bermain api, abu, air dan becek-becekan.

Aku tak butuh kebohongan, karena diluar sana ada banyak pembohong yang tak memakai topeng dan pakaian badut.

Aku tak butuh kemunafikan, karena diluar sana banyak yang munafik dan selalu begitu dengan menutupi kekurangannya yang belum di kali, dibagi, ditambah dan sama dengan.

Bandarlampung, 13 November 2013

Bayang Tubuhmu

Aroma jalanan basah
terendus hingga berasa
selepas hujan menyimpan bulan
membasahi bayang tubuhmu
membekukan ingatanku
saat malam mengundang dingin

Sudah jauh malam
sepi menghampir di sudut trotoar
para penjaja belum pulang
mereka kedinginan
tak pula dengan dedaunan
dan aspal jalan yang tergenang
begitu pun dengan hatiku

Bandarlampung, 13 November 2013


Saturday, 9 November 2013

Kasih Pembukti

Pagi datang
meninggalkan kelam merangkul cemas
dalam kungkungan malam
birahi lepas di ujung senja tadi
walau risau kasih pembukti
cinta abadi belum terpenggal

Aku lupa menghitung kali
selongsong sunyi belum kutemui lagi
kau tidak dalam mimpi
jejakmu ada disini
dalam benakku yang mengalir
sesegar embun pagi ini

Badarlampung, 9 November 2013

Tuesday, 5 November 2013

Belum Berperi



Kemana nak mencari  
senyap pun enggan pergi  
sesal dulu datangnya kini  
luka hatimu dibuat sendiri  
rasa hilang tak tahu diri  
entah kembali lagi nanti  
merajuknya belum berperi

Bandarlampung, 4 November 2013

Saturday, 2 November 2013

Pujangga Merindu

Pagi yang lusuh
kabut masih menunggu
pujangga merindu
bayang kota menderu tak tentu
kusimpan tangismu
pada jejakku yang luruh

Serupa kabut
isyaratmu hendak diterka
petualang sibaklah
karena waktu menikam perlahan
kenangan menanti pedih
pedihnya dikandung badan


Bandarlampung, 31 Oktober 2013

Hampa Merasa

Hampa merasa
mengulang tak kuawa
entah kapan bisa
luang terjerat masa
gapai masih percuma
tapi kau percaya
bahagia ada kalanya
nanti, esok atau lusa
kau ingin selamanya

Bandarlampung, 29 Oktober 2013