Saturday, 2 November 2013

Pujangga Merindu

Pagi yang lusuh
kabut masih menunggu
pujangga merindu
bayang kota menderu tak tentu
kusimpan tangismu
pada jejakku yang luruh

Serupa kabut
isyaratmu hendak diterka
petualang sibaklah
karena waktu menikam perlahan
kenangan menanti pedih
pedihnya dikandung badan


Bandarlampung, 31 Oktober 2013

No comments:

Post a Comment