Saturday, 12 October 2013

Dia dan Dua Telaga

Pada saatnya nanti
aku ingin mendongeng
walau tak pandai berdongeng
akan kudongengkan engkau
tentang kisah dia dan dua telaga
yang ternyata tak jernih airnya

Suatu masa
dia pernah arungi telaga itu
dengan biduk kecilnya
disibaknya riak-riak air diatasnya
hingga suatu hari datang gelombang
satu diantara sisi telaga
awan hitam dan angin kencang
daun-daun berguguran
dahan bergerak dan ranting patah

Walau kalut dan takut
dia berusaha untuk bertahan
tapi gelombang tetap saja menerpa
sesampainya di tepian seberang
ditinggalkan biduknya
jiwanya sedikit tenang
iya, hanya sedikit

Rajabasa, 12 Oktober 2013

No comments:

Post a Comment